
Doa Indulgensi Arwah
Doa Indulgensi arwah dimulai pada tanggal 1-8 November. Pada bulan November Gereja Katolik secara khusus mengajak umat untuk merenungkan kematian dan mendoakan para arwah yang telah mendahului kita.
Silahkan masukkan kata kunci pencarian

Doa Indulgensi arwah dimulai pada tanggal 1-8 November. Pada bulan November Gereja Katolik secara khusus mengajak umat untuk merenungkan kematian dan mendoakan para arwah yang telah mendahului kita.

Patena, berasal dari bahasa Latin Patena yang berarti “piring”, adalah piring di mana hosti diletakkan. Patena, yang sekarang berbentuk bundar, datar, dan dirancang untuk roti pemimpin Perayaan Ekaristi

Tujuh Pesan Paus Fransiskus sehubungan dengan Hari Misi Sedunia yang jatuh pada Minggu, 24 Oktober 2021 kemarin.

Lavabo berasal dari bahasa Latin “lavare” yang berarti “membasuh”. Lavabo adalah bejana untuk menampung air yang digunakan oleh Imam mencuci tangan

Turibulum atau yang lebih populer dengan sebutan Pedupaan ataupun Wiruk, berasal dari bahasa Latin “thuris” yang berarti “dupa”. Wiruk adalah bejana dimana dupa dibakar untuk pendupaan liturgis.

Perayaan Ekaristi Virtual, sudah idealkah? Seperti apakah wajah gereja kita jelang seabad kokoh berdiri? Bagaimanakah kehidupan menggereja umat Katolik di Bumi Serasi?

Berdoa di tengah keheningan tak jauh dari pusat kota adalah dambaan setiap umat, dan GMKA menyediakan semua itu.

Piala adalah cawan yang menjadi tempat anggur untuk dikonsekrasikan, dimana sesudah konsekrasi menjadi tempat untuk Darah Mahasuci Kristus.

Berdoa mungkin adalah tindakan yang biasa, tetapi tindakan ini juga bisa mempunyai hasil yang luar biasa.

Bapa Suci Paus Fransiskus memberikan nasihatnya kepada pasangan di seluruh dunia. Bapa Paus ingin semua orang yang telah hidup dalam ikatan suci pernikahan, juga mereka yang saat ini sedang membangun cinta menuju pernikahan, dapat memberikan cahaya cinta demi kebaikan dunia.

Umat Katolik mendedikasikan bulan Oktober sebagai Bulan Rosario, bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh rahmat.

Saya dan Anda berubah menjadi Aku dan Kamu, satu hal yang agak sulit dipahami bagi orang-orang tempo doeloe. Sungguh, betapa saya dan aku sejatinya adalah diksi yang sama, namun menjadi lain ketika dimaknai dengan sentuhan rasa.