
Zona Nyaman
Beranikah kita bergerak dari zona nyaman kita demi keselamatan bersama?
Silahkan masukkan kata kunci pencarian

Nabi Yeremia mengajak kita untuk mengandalkan Tuhan. Sejauh kita berbuat benar, maka Dia tidak akan membiarkan anak-anak-Nya tertindas.

Setia dan taatkah kita pada iman kita? Kesetiaan mencari kehendak Tuhan dan merefleksikan hidup kita akan memberikan makna setiap perjumpaan kita dengan-Nya dalam peziarahan hidup kita.

Mereka beriman bukan supaya dipuji atau mendapatkan jaminan hidup, melainkan karena sebuah kesadaran dan keyakinan yang teguh bahwa Tuhanlah Sang Penyelamat.

Kita diajak untuk selalu mencari kehendak Tuhan, bukan hanya sibuk mencari siapa yang patut dipersalahkan. Karena Tuhan mengendaki kita semua disembuhkan dan dibebaskan dari dosa.

Pengabdi keadilan sangatlah perlu memahami adanya dua arti dari konsep swadaya: yang pertama negatif tidak tepat, yang kedua positif. Bagaimana dua arti ini dijelaskan?

Perintah Yesus ini memberikan kita gambaran bahwa begitu besar kerahiman Tuhan kepada orang yang berdosa.

Hari ini, kita diajak untuk lahir kembali menjadi manusia baru, yaitu dengan berhenti menyalahkan diri dan memperbarui diri dengan mengampuni dan memulai hidup baru.

Pertentangan ataupun perbedaan pendapat merupakan keniscayaan dalam kebersamaan kita selama pezirahan hidup di dunia.

Dalam perjalanan hidup kita sebagai orang beriman, sering kita masih dangkal dan tidak memahami secara utuh apa yang kita imani.

Jika kita gagal mengenali kuasa Allah dan karena itu gagal mengenali jati diri Yesus dan mengimani-Nya, maka ada bahaya bahwa kita akan mengikuti pikiran kita sendiri dan menjadikan hal-hal duniawi sebagai berhala kita.

Kasih Allah menyembuhkan dan menghidupkan. Jadi, bertobat berarti kembali kepada dan percaya sungguh pada kasih Allah sebagai Bapa yang menyembuhkan dan menghidupkan.