TEKS MISA

Teks Misa Minggu Palma 2026

MENGENANG SENGSARA TUHAN

Perarakan Ps. 491 Hosana Putra Daud
Reff : Hosana, Putra Daud, Terpujilah yang datang dalam
nama Tuhan, Raja Israel! Hosana Sembah Sujud!
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik Bahwasanya
untuk selama-lamanya kasih setia-Nya
2. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan
telah menjadi batu penjuru
Tanda Salib
Pengantar
I : Saudara-saudara terkasih, sudah sejak awal masa Prapaskah kita menyiapkan diri dengan ulah tobat dan karya amal kasih. Pada hari ini kita semua berkumpul dan bersama seluruh Umat Allah mengawali misteri Paskah Tuhan kita, yakni sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. Untuk menggenapi misteri inilah Yesus memasuki Yerusalem, kota-Nya. Oleh karena itu, marilah dengan penuh iman dan bakti kita mengiringi Tuhan sambil mengenangkan peristiwa yang menyelamatkan itu. Dengan demikian kita memetik buah salib suci, yakni kebangkitan dan kehidupan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik Bahwasanya
untuk selama-lamanya kasih setia-Nya

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik Bahwasanya
untuk selama-lamanya kasih setia-Nya

Kemudian, sambil merentangkan tangan, Imam mengucapkan salah satu dari doa-doa berikut.
I : Marilah kita berdoa.
Allah yang mahakuasa dan kekal, kuduskanlah † daun palma ini dengan berkat-Mu. Semoga kami, yang mengiringi Raja Kristus dengan penuh sukacita, diperkenankan memasuki Yerusalem abadi bersama Dia, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U : Amin.
Lalu Imam memberikan berkat untuk daun palma yang di bawa umat

Ps. 492 Anak – Anak Ibrani
Anak – anak Ibrani membawa ranting – ranting Zaitun;
mereka menyambut Tuhan seraya menyerukan : Hosana
sembah sujud

  1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya
    jagad dan semua yang diam didalamnya.
  2. Sebab dialah yang mendasarkan bumi diatas lautan,
    dan menegakannya diatas Sungai – Sungai.
  3. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang,
    dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi,
    supaya masuklah Raja Kemuliaan.
  4.  Siapakah itu Raja Kemuliaan?
    Tuhan yang jaya dan perkasa,
    Tuhan yang perkasa dalam peperangan.
  5. Angkatlah kepalamu, hai pintu – pintu gerbang,
    dan bukalah dirimu lebar – lebar,
    hai pintu – pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan.
  6. Siapakah itu Raja Kemuliaan?
    Dialah Tuhan semesta alam,
    Dialah Raja Kemuliaan.

Bacaan sebelum Perarakan

Bacaan Injil Mat. 21:1-11
I : Tuhan bersamamu.
U : Dan bersama rohmu.

I : Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius
Dalam perjalanan ke Yerusalem, ketika Yesus dan murid- murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan, “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat, dan anaknya ada di dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada- Ku. Jikalau ada orang menegur kamu, katakanlah Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikan-nya’.” Hal itu terjadi supaya digenapi Firman yang disampaikan oleh para nabi: Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu! Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai betina dan seekor keledai beban yang muda. Lalu pergilah kedua murid itu, dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka, dan Yesus pun duduk di atasnya. Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaian-nya di jalan; ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. Orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti Dia dari belakang, berseru, “Hosanna bagi Anak Daud! Terpujilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Hosanna di tempat yang mahatinggi!” Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu, dan orang berkata, “Siapakah orang ini?” Orang banyak itu menyahut, “Inilah Nabi Yesus dari Nazaret di Galilea!”
Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.

Homili singkat
Perarakan
MB. 395 Yerusalem Lihat RajaMu

  • Dikala Yesus Disambut Di Gerbang Yerusalem, Umat Bagai Lautan Dengan Palma Ditangan. Dikala Yesus Disambut Di Gerbang Yerusalem, Umat Bagai Lautan Dengan Palma Ditangan. Gemuruh Sorak Dan Sorai,“Kristus Raja Damai.”

Yerusalem,Yerusalem, Lihatlah Rajamu, Hosanna, Terpujilah, Kristus Raja Mahajaya

Yerusalem,Yerusalem, Lihatlah Rajamu, Hosanna, Terpujilah, Kristus Raja Mahajaya.

  • Lihatlah Kristus Tuhanmu, Dialah Penebusmu. Duka Hati Terhibur, Hina Cela Terlebur Lihatlah Kristus Tuhanmu, Dialah Penebusmu. Duka Hati Terhibur,Hina Cela Terlebur Maka, Lekaslah Bersyukur, Luhurkan Nama-Nya.

Yerusalem,Yerusalem, Lihatlah Rajamu, Hosanna, Terpujilah, Penebus Umat manusia.

Yerusalem,Yerusalem, Lihatlah Rajamu, Hosanna, Terpujilah, Penebus Umat manusia.

  • Dan Di Akhir Dunia Nanti, Kristus Raja Abadi. Hadirlah Yang Dinanti, Wajah Bumi Berganti. Dan Di Akhir Dunia Nanti, Kristus Raja Abadi. Hadirlah Yang Dinanti, Wajah Bumi Berganti. Seluruh Alam Bernyanyi, Bermadah Bagi-Nya.

Yerusalem,Yerusalem, Lihatlah Rajamu, Hosanna, Terpujilah, Kristrus Pembaharu Dunia.

Yerusalem,Yerusalem, Lihatlah Rajamu, Hosanna, Terpujilah, Kristrus Pembaharu Dunia.

PERAYAAN EKARISTI

Doa Kolekta
I : Marilah kita berdoa. (hening sejenak)
Allah Yang Mahakuasa dan kekal, Engkau telah menyerahkan Juru Selamat kami yang telah menjadi manusia dan direndahkan sampai wafat di salib, sebagai teladan kerendahan bagi umat manusia. Perkenankanlah agar kami meneladani sengsara Putra-Nya dan pantas untuk bangkit bersamaNya. Sebab, Dialah yang Hidup  dan Berkuasa, bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa
U : Amin.

LITURGI SABDA

Bacaan Pertama Yes. 50:4-7
L : Bacaan dari Kitab Yesaya:
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah yang fasih supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi la mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku dipukuli orang; dan daguku kubiarkan dicabuti janggutnya. Aku tidak menyembunyikan mukaku pada saat aku dinodai dan diludahi. Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Demikianlah sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 22:8-9.17-18a.19-20.23-24; R: 2a
“Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan daku?”
1. Semua yang melihat aku mengolok-olok; mereka mencibir-kan bibir dan menggelengkan kepala! Mereka bilang, “la pasrah kepada Allah! Biarlah Allah yang meluputkannya, biarlah Allah melepaskannya! Bukankah Allah berkenan kepadanya?”
2. Sekawanan anjing mengerumuni aku; gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku, segala tulangku dapat kuhitung.

Bacaan Kedua Flp. 2:6-11
L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi:
Saudara-saudara, walaupun dalam rupa Allah, Kristus Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya la telah mengosongkan diri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, yang ada di atas dan di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil Flp. 2:8-9

S : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : Kristus sudah taat sampai mati bagi kita, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama.
U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Bacaan Injil – Kisah Sengsara Tuhan

Bacaan Injil – Kisah Sengasaa Tuhan  Mat. 26:14-27:66

N : Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius:
N : Sekali peristiwa, pergilah seorang dari kedua belas murid Yesus , yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata,
Yd : “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?”
N : Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari Hari Raya Roti Tak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata,
Rs : “Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
N : Jawab Yesus,
+ : “Pergilah ke kota, kepada Si Anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru: Waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”
N : Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan mempersiapkan Paskah.
N : Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Ketika mereka sedang makan, Ia berkata,
+ : “Sesugngguhnya Aku berkata kepadamu, salah seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
N : Dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya,
Rs : “Bukan aku, ya Tuhan?”
N : Yesus menjawab,
+ : “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam mangkuk ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Putra Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! Lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!”
N : Yudas yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut,
Yd : “Bukan aku, ya Rabi?”
N : Kata Yesus kepadanya,
+ : “Engkau telah mengatakannya.”
N : Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, memberkati, dan memecah-mecahkannya, lalu memberi-kannya kepada para murid-Nya seraya berkata,
+ : “Terimalah dan makanlah. Inilah tubuh-Ku.”
N : Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka seraya berkata,
+ : “Minumlah, kamu semua, dari piala ini! Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa-dosa. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu: Mulai  sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”
N : Sesudah menyanyikan lagu pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun. Maka berkatalah Yesus kepada mereka,
+ : “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala, dan kawanan domba akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.”
N : Petrus menjawab-Nya,
Ptr : “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak!”
N : Yesus berkata kepadanya,
+ : “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”
N : Kata Petrus kepada-Nya,
Ptr : “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku tidak akan menyangkal Engkau.”
N : Semua murid yang lain pun berkata demikian juga.
N : Kemudia sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
+ : “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”
N : Yesus membawa Petrus, dan kedua anak Zebedeus beserta-Nya. Yesus mulai merasa sedih dan gelisah, lalu kata- Nya kepada mereka,
+ : “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya! Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”
N : Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdoa,
+ : “Ya Bapa-Ku, sekiranya mungkin, biarlah piala ini berlalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Aku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
N : Setelah itu Yesus kembali kepada murid-murid-Nya, dan mendapati mereka sedang tidur. Maka Yesus berkata kepada Petrus,
+ : “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan  jatuh ke dalam pencobaan! Roh memang berniat baik,  tetapi tabiat manusia lemah!”
N : Lalu Yesus pergi untuk kedua kalinya dan berdoa,
+ : “Ya Bapa-Ku, jika piala ini tidak dapat berlalu kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!”
N : Ketika kembali lagi, Ia mendapati murid-murid-Nya sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Yesus membiarkan mereka di situ, lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya, dan la mengucapkan doa yang sama. Sesudah itu la kembali kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka,
+ : “Masihkan kamu tidur dan beristirahat? Lihat, udah tiba saatnya Putra Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi! Dia yang menyerahkah Aku sudah dekat.”
N : Waktu Yesus  berbicara, datanglah Yudas, salah seorang dari keduabelas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung. Mereka itu suruhan imam-imam kepala dan tua-tua Bangsa Yahudi.
N : Orang yang menyerahkan Yesus telah memberitahukan suatu tanda kepada mereka, “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah!” Segera Yudas maju dan mendapatkan Yesus dan berkata,
Yd : “Salam, ya Rabi!”
N : Lalu ia mencium Yesus. Tetapi Yesus berkata kepadanya,
+ : “Hai Teman, untuk itukah engkau datang?”
N : Lalu majulah mereka memegang Yesus dan menangkapNya. Tetapi, seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangan, menghunus pedangnya, dan menyerang hamba Imam Besar, sehingga putus telinganya. Lalu kata Yesus kepadanya,
+ : “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab semua orang yang menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya la segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian?”
N : Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu,
+ : “Sangkamu Aku ini penyamun, sehingga kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap hari Aku duduk mengajar di bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.”
N : Akan tetapi, semua ini terjadi supaya digenapi yang tertulis dalam kitab nabi-nabi. Lalu semua murid meninggalkan Yesus dan melarikan diri.
N : Sesudah menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Petrus mengikuti Yesus dari jauh, sampai ke halaman Imam Besar. Setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat bagaimana akhir semuanya itu.
N : Imam-imam kepala, dan para anggota Mahkamah Agama lainnya, mencari kesaksian palsu melawan Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati. Tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Akhirnya tampillah dua orang, dan mengatakan,
R : “Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.”
N : Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada Yesus,
Im : “Tidakkah Engkau memberi jawaban atas tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”
N :  Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepadaNya.
Im : “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Putra Allah, atau bukan?”
N : Jawab Yesus,
+ : “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Putra Manusia duduk di sebelah kanan Yang Maha Kuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”
N : Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya sendiri dan berkata,
Im :  “Ia menghujat Allah! Untuk apa kita perlu cari saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?”
N : Mereka menjawab,
SO : “Ia harus dihukum mati!”
N : Lalu mereka meludahi wajah Yesus dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia dan berkata,
R : “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?”
N : Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Lalu datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, dan berkata,
W : “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus orang Galilea itu.”
N : Tetapi Petrus menyangkalnya di depan semua orang, katanya,
Ptr : “Aku tidak tahu apa yang engkau maksud!”
N : Ketika Petrus pergi ke pintu gerbang, seorang hamba perempuan lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ,
W : “Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”
N : Dan Petrus menyangkalnya lagi dengan bersumpah,
Ptr : “Aku tidak kenal orang itu?”
N : Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata,
R : “Pasti engkau pun salah seorang dari mereka! Itu jelas dari bahasamu!”
N : Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah,
Ptr : “Aku tidak kenal orang itu!”
N : Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya, “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedih.
N : Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua Bangsa Yahudi berkumpul, dan membuat rencana untuk membunuh Yesus. Mereka membelenggu Dia, lalu membawanya, dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, gubernur negeri itu.
N : Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Yesus, melihat bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua sambil berkata,
Yd : “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.”
N : Tetapi jawab mereka,
R : “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!”
N : Yudas pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam- imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata,
R : “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah!”
N : Sesudah berunding, mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat perkuburan orang asing. Itulah sebabnya sampai hari ini tanah itu disebut Tanah Darah. Dengan demikian digenapi Firman yang disampaikan oleh Nabi Yeremia: Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.
N : Lalu Yesus dihadapkan kepada Gubernur, Gubernur itu bertanya kepada-Nya,
PP : “Benarkah Engkau raja orang Yahudi?”
N : Jawab Yesus,
+ : “Engkau sendiri yang mengatakannya!”
N : Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap diri-Nya, Yesus tidak memberi jawab apa pun. Lalu, kata Pilatus kepada-Nya,
PP : “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”
N : Tetapi, Yesus tidak menjawab sepatah kata pun sehingga gubernur itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi gubernur untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. Pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya, namanya Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus bertanya kepada mereka,
PP : “Siapa yang kamu kehendaki aku bebaskan bagimu, Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?”
N : Pilatus sebenarnya tahu bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
N : Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab dalam mimpi tadi malam aku sangat menderita karena Dia.”
N : Tetapi, oleh hasutan imam-imam kepala dan kaum tua-tua, orang banyak bertekat meminta supaya Barabas dibebaskan, dan Yesus dihukum mati. Gubernur itu bertanya kepada mereka,
PP : “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?”
N : Kata mereka,
SO : “Barabas!”
N : Kata Pilatus kepada mereka,
PP : “Kalau begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?”
N : Mereka semua berseru,
SO : “Ia harus disalibkan!”
N : Kata Pilatus,
PP : “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?”
N : Namun, mereka berteriak semakin keras
SO : “Ia harus disalibkan!”
N : Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak, seraya berkata,
PP : “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini! Itu urusan kamu sendiri!”
N : Seluruh rakyat itu menjawab,
PP : “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!”
N : Lalu Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus dicambuknya, lalu diserahkannya untuk disalibkan.
N : Kemudian serdadu-serdadu gubernur membawa Yesus ke istana gubernur, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul di sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan mantel ungu pada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri, dan menaruhnya di atas kepala Yesus, lalu memberikan sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia,
S : “Salam, hai Raja orang Yahudi!”
N : Mereka meludahi-Nya, lalu mengambil buluh itu, dan memukulkannya ke kepala Yesus. Sesudah mengolok-olok Dia, mereka menanggalkan mantel yang dipakai-Nya itu, dan mengenakan kembali pakaian-Nya kepadaNya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.
N : Ketika berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
N : Kemudian sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Yesus minum anggur bercampur empedu, setelah mengecapnya, Yesus tidak mau meminumnya.
N : Sesudah menyalibkan Yesus, para serdadu membagi-bagi pakaian Yesus dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Di atas kepala Yesus terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa la dihukum: Inilah Yesus Raja Orang Yahudi. Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang lewat di sana menghujat Yesus, dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata,
R : “Hai Engkau yang mau meruntuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari. Jikalau Engkau Putra Allah, turunlah dari salib itu dan selamatkanlah Diri-Mu!
N : Demikian juga imam-imam kepala bersama ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olok Yesus dan mereka berkata,
R : “Orang lain la selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat la selamatkan! Jika Dia Raja Israel, baiklah la turun dari salib itu, maka kami akan percaya kepada-Nya! Ia mempercayakan diri-Nya kepada Allah; biarlah Allah menyelamatkan Dia sekarang, jika Allah berkenan kepada-Nya! Karena la telah berkata, ‘Aku Putra Allah’.”
N : Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus, mencela-Nya demikian juga.
N : Mulai dari pukul dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai pukul tiga. Kira-kira pukul tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring,
+ : “Eli, Eli, lama sabakhtani?”
N : Artinya: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata,
R : “Ia memanggil Elia!”
N : Kemudian datanglah segera seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu menancapkan pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi orang-orang lain berkata,
R : “Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.”
N : Yesus berseru pula dengan suara nyaring, lalu menyerahkan nyawa-Nya.

(Semua hening sejenak merenungkan wafat Tuhan.)
N : Lihatlah, tirai Bait Suci terkoyak  menjadi dua dari atas sampai ke bawah. Terjadilah gempa bumi dan bukit-bukit batu terbelah. Kubur-kubur terbuka, dan banyak orang kudus yang telah meninggal dibangkitkan. Sesudah kebangkitan Yesus, mereka keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus, dan menampakkan diri kepada banyak orang.
N : Ketika melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, kepala pasukan dan prajurit-prajurit yang menjaga Yesus menjadi sangat takut, lalu berkata,
S : “Sungguh, orang ini Putra Allah.”
N : Ada pula di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedus.
N : Menjelang malam, datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf, yang telah menjadi murid Yesus juga. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta jenazah Yesus. Pilatus memerintahkan supaya jenazah Yesus diserahkan kepadanya. Yusuf pun mengambil jenazah itu, mengafaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu. Sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, ia pun pergi. Tetapi, Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ, duduk di depan kubur. Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala bersama orang-orang Farisi menghadap Pilatus. Kata mereka kepada Pilatus,
R : “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu, sewaktu hidupNya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati. Sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya daripada yang pertama.”
N : Kata Pilatus kepada mereka,
PP : “Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.”
N : Maka pergilah mereka, dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur Yesus dan menjaganya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.

Homili
Syahadat

Doa Umat

I : Bersama Yesus yang taat sampai wafat, tetapi dijunjung tinggi oleh Bapa-Nya, marilah kita menghadap Bapa dan berdoa
L : Bagi Gereja yang menderita. Ya Bapa Yang Mahakuasa, tabahkanlah mereka yang menderita, dihina, difitnah karena imannya agar mereka tetap berpengharapan bahwa sesudah cobaan akan datang pembebasan. Kami mohon ..
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan
L : Bagi para pemimpin masyarakat. Ya Bapa Yang Mahakuasa, dampingilah para pemimpin masyarakat kami agar dengan tabah tetap memperjuangkan kesejahteraan umum dan tidak tergoda untuk mementingkan kepentingan diri sendiri. Kami mohon …
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
L : Bagi sanak-saudara yang menderita. Ya Bapa yang penuh kasih, berkatilah dan dampingilah saudara-saudari kami yang sedang mengalami penderitaan agar dengan rela dan penuh iman mempersatukan penderitaannya dengan penderitaan Kristus demi keselamatan sesama. Kami mohon…
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
L : Bagi kita sendiri yang berkumpul di sekitar altar ini. Ya Bapa Yang Mahamurah, curahilah kami semangat Yesus Kristus, Putra-Mu agar kami dapat saling membantu dalam memanggul salib kehidupan kami sehari-hari dalam mengikuti jejak Putra-Mu. Kami mohon…
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
I : Allah Bapa kami di surga, demi cinta kasih-Mu, Engkau menghendaki kami menjadi putra dan putri-Mu berkat jasa Yesus Kristus, Putra-Mu. Kami mohon terimalah dan kabulkanlah permohonan doa kami. Demi Kristus, Tuhandan Pengantara kami.
U : Amin

LITURGI EKARISTI

Lagu Persiapan Persembahan:

Doa Atas Persembahan
I : Ya Allah, semoga oleh penderitaan Putra Tunggal-Mu     pendamaian-Mu dengan kami semakin mendekat. Kami tidak mampu mencapainya dengan usaha kami sendiri, namun kami sudah merasakannya, berkat kurban yang penuh daya ini dan karena belas kasih-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U : Amin

DOA SYUKUR AGUNG

Dialog Pembuka
I : Tuhan bersamamu.
U : Dan bersama rohmu.
I : Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.
U : Sudah kami arahkan.
I : Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
U : Sudah layak dan sepantasnya.

Prefasi Minggu Sengsara
I : Sungguh pantas dan benar, layak dan menyelamatkan, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa Yang Kudus, Allah yang Mahakuasa dan Kekal: dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. la yang tidak bersalah, rela menderita bagi orang berdosa dan rela dihukum dengan tidak adil bagi orang jahat. Wafat-Nya menghapus dosa kami dan kebangkitan-Nya menyelamatkan kami. Maka, bersama semua Malaikat kami pun memuji Dikau dan bersorak gembira sambil bernyanyi/berseru:

Kudus

Anamnese
I : Marilah mewartakan misteri iman kita.
U : Setiap kali kami makan roti ini, dan minum dari piala ini, wafatMu Tuhan, kami wartakan hingga Engkau datang.

Bapa Kami

Doa Damai
I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bersabda kepada para Rasul-Mu: Damai-Ku Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu: janganlah memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu; dan berilah kami damai dan kesatuan sesuai dengan kehendak-Mu. Engkau yang hidup dan meraja sepanjang segala masa.
U : Amin
I : Semoga damai Tuhan selalu bersamamu.
U : Dan bersama rohmu.

Pemecahan Roti
Anak  Domba Allah
Persiapan Komuni

I : Lihatlah Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah saudara-saudari yang diundang ke Perjamuan Anak Domba.
U : Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
Komuni
Lagu Komuni

Antifon Komuni Mat. 26:42
Ya Bapa, jika tak mungkin piala ini Kulewati tanpa meminumnya, maka jadilah kehendak-Mu.

Doa Sesudah Komuni
I : Marilah berdoa:
Ya Allah, kami yang telah dipuaskan oleh anugerah suci ini bersujud memohon kepada-Mu. Semoga sebagaimana berkat kematian Putra-Mu Engkau membantu kami mengharapkan apa yang kami imani demikian pula berkat kebangkitan Nya Engkau membantu kami mencapai apa yang kami tuju. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U : Amin.

RITUS PENUTUP

Pengumuman 
Berkat dan Pengutusan

I : Tuhan bersamamu.
U : Dan bersama rohmu.
I : Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U : Amin
I : Saudara-saudari, pergilah, misa sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.

Lagu Penutup
PS. 485 O, Yesusku / PS. 488 Kepala Yang Berdarah

Donasi

Pembangunan Gereja Santo Paulus
Banyubiru

Bank Mandiri
a/n PGPM Santo Yusup Ambarawa
No : 136.00.169.205.11

Untuk mendownload teks misa silahkan klik tombol dibawah ini.

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari GerejaJago.Org
Dapatkan Informasi secara update, cepat, dan resmi dengan bergabung ke Whatsapp Channel “Gereja Santo Yusup Ambarawa”, caranya klik link s.id/WAChannel kemudian ikuti / follow.

Share This Post :