TEKS MISA

Teks Misa Minggu Biasa XVIII

HARI MINGGU BIASA XVIII
2 AGUSTUS 2026
TAHUN A ( H )

Pengantar
I : Kita sadar bahwa kita hidup bersama dengan orang lain. Dalam kebersamaan itulah, kita saling membutuhkan satu sama lain. Dalam kondisi itu, kerelaan hati menjadi kata kunci untuk menumbuhkan kebersamaan. Keberanian untuk keluar dari diri sendiri dan membagikan apa pun yang ada dalam diri kita menjadi perjuangan untuk mewujudkan iman dalam medan hidup kita. Dengan demikian, kemuridan menjadi bermakna dan menghasilkan buah.

RITUS PEMBUKA

Lagu Pembuka

Antifon Pembuka Mzm. 70:2,6
Ya Allah, bersegeralah menolong aku, Tuhan, per-hatikanlah hamba-Mu. Engkaulah Penolong dan Pembebas-ku; Tuhan, janganlah berlambat.

Tanda Salib dan Salam

Tobat

Tuhan Kasihanilah Kami

Madah Kemuliaan

DoaKolekta:
I : Marilah berdoa
Allah Bapa Yang Maha Pengasih, kami bersyukur karena setiap orang yang berkekurangan Kauberi anugerah dan yang lapar Kauberi makan. Ajarilah kami untuk menimba semangat dari Ekaristi ini dengan berani berbagi berkat kepada sesama kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang Hidup dan Berkuasa, ber-sama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.

LITURGI SABDA

Bacaan Pertama Yes. 55:1-3
L : Bacaan dari Kitab Yesaya:
Beginilah firman Tuhan, “Hai kamu semua yang haus. marilah dan minumlah! Dan kamu yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli, dan makanlah; minumlah anggur dan susu tanpa bayar. Mengapa kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti? Dan mengapa upah jerih payahmu kaubelanjakan untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku, maka kamu akan mendapat makanan yang baik, dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu, dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh, yang Kujanjikan kepada Daud.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 145:8-9.15-16.17-18; R: lih.16
Kecaplah betapa sedapnya Tuhan. Kecaplah betapa sedapnya Tuhan.
Ayat:
1. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
2. Mata sekalian orang menanti-nantikan Engkau, dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya; Engkau membuka tangan-Mu dan berkenan mengenyangkan segala yang hidup.

Bacaan Kedua Rm. 8:35.37-39

L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:
Saudara-saudara, siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya? Atau pedang? Dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang oleh karena Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, baik maut maupun hidup, malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas maupun yang di bawah, atau sesuatu makhluk lain mana pun tidak akan memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Demikianlah sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil Mat. 4:4b

S : Alleluya.
U : Alleluya.
S : Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah.
U : Alleluya.

Bacaan Injil Mat. 14:13-21
I : Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa, setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis, menyingkirlah Yesus dengan naik perahu. Ia bermaksud mengasingkan diri ke tempat ter-pencil. Tetapi orang banyak mendengarnya, dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, dan Ia menyembuh-kan mereka yang sakit. Menjelang malam, para murid datang kepada Yesus dan berkata, “Tempat ini terpencil dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Tidak perlu mereka pergi! Kamu harus memberi mereka makan.” Jawab mereka, “Pada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan.” Yesus berkata, “Bawalah kemari kepada-Ku.” Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di rumput. Setelah itu Yesus mengambil lima roti dan dua ikan itu. Sambil menengadah ke langit Ia memberkati, memecah-mecahkan roti itu, memberikan kepada murid-murid-Nya. Para murid lalu memberikannya kepada orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan, sebanyak dua belas bakul penuh. Yang turut makan kira-kira lima ribu orang laki-laki; tidak termasuk wanita dan anak-anak.
Demikianlah sabda Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.

Homili

Syahadat

Doa Umat
I : Ketika orang banyak yang mengikuti-Nya mulai lapar, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan. Marilah kita panjatkan doa ke hadapan Bapa, semua keprihatinan dan kerinduan saudara dan saudari kita yang dalam kesusahan. Marilah kita berseru: Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L : Bagi Bapa Suci, para Uskup, dan para Imam.
Ya Bapa, tuntunlah para pemimpin Gereja dalam memperjuangkan kehidupan umat yang penuh cinta kasih dan keadilan, kebenaran dan harapan, dengan mewartakan Kabar Baik dari Tuhan dengan seutuhnya. Marilah kita mohon
U : Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L : Bagi para pemimpin bangsa di dunia, para ilmuwan dan ekonom.
Ya Bapa, bimbinglah mereka agar dapat bekerja sama     dengan tulus dalam menyelesaikan masalah kesenjangan sosial di dunia. Gerakkanlah mereka untuk menolong bangsa-bangsa dengan memulihkan martabat, menegak-kan keadilan, dan menjamin perdamaian bagi mereka. Marilah kita mohon
U : Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L : Bagi mereka yang sakit dan sendirian, bagi para cacat dan mereka yang patah semangat, bagi mereka yang lapar akan cinta kasih dan penghargaan.
Ya Bapa, semoga perhatian dan cinta kasih kami menjadi tanda bagi orang-orang yang menderita bahwa Engkau tidak meninggalkan mereka. Marilah kita mohon
U : Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

L : Bagi kita di sini.
Ya Bapa, ajarilah kami untuk tidak sibuk memikirkan kebutuhan sehari-hari bagi diri sendiri serta keluarga kami, tetapi mau berjuang untuk selalu mendengarkan Sabda-Mu dan menerima Tubuh-Mu, khususnya dalam Perayaan Ekaristi. Marilah kita mohon
U : Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

I  : Allah Bapa Yang Maha Kasih, semoga segala pencobaan dan kesusahan yang kami alami tak pernah memisahkan kepada kami dalam Diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Sebab kami dari kasih-Mu sendiri yang telah Kaunyatakan Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U : Amin.

LITURGI EKARISTI

Doa Atas Persembahan
I : Allah Bapa Yang Maha Baik, berkenanlah menerima per-sembahan roti dan anggur ini. Semoga Engkau juga ber-kenan mempersatukan persembahan ini dengan kurban Putra-Mu sehingga menjadi tanda kelimpahan rezeki dari surga demi kehidupan kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U : Amin.

Prefasi

Kudus

Komuni

Antifon Komuni Yoh. 6:35
Akulah roti kehidupan, sabda Tuhan, siapa yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi, dan siapa yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi.

Doa Sesudah Komuni
I : Marilah kita berdoa.
Allah Bapa Yang Maha Murah, kami bersyukur atas kemurahan-Mu dalam rupa rezeki surgawi yang telah kami terima. Kami mohon semoga kerelaan-Mu untuk berbagi hidup, menggerakkan kami untuk berani mengurbankan diri demi terciptanya kesejahteraan bersama dalam masyarakat kami seraya mengharapkan datangnya Kerajaan-Mu yang abadi. Dengan peng-antaraan Kristus, Tuhan kami.
U : Amin.

RITUS PENUTUP

Pengumuman 

Berkat dan Pengutusan

Lagu Penutup

Untuk mendownload teks misa silahkan klik tombol dibawah ini.

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari GerejaJago.Org
Dapatkan Informasi secara update, cepat, dan resmi dengan bergabung ke Whatsapp Channel “Gereja Santo Yusup Ambarawa”, caranya klik link s.id/WAChannel kemudian ikuti / follow.

Share This Post :