TEKS MISA

Teks Misa Hari Minggu Biasa VI

HARI MINGGU BIASA VI
15 FEBRUARI 2026
TAHUN A ( H )

Pengantar
I : Moralitas hidup mengarahkan orang agar dapat menjalani hidup ini dengan baik dan sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Sejak kecil kita diarahkan untuk dapat berkembang dan berperilaku baik. Namun, hal itu tidak terjadi dengan tiba-tiba. Kita harus mengatakan, mengajari, mengusahakan, dan mengembangkannya. Tangan Tuhan itu kuat. Setiap pribadi digerakkan oleh Roh Kudus untuk melakukan yang baik. Bagaimana diriku mendengarkan suara hatiku? Mampukah aku mendengarkannya?

RITUS PEMBUKA

Lagu Pembuka

AntifonPembuka          
Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku. Sebab Engkaulah  bukit batuku dan pertahananku. Oleh karena namaMu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.

Tanda Salib dan Salam

Tobat

Tuhan Kasihanilah Kami

Madah Kemuliaan

DoaKolekta:
I :
Marilah berdoa
Ya Allah, Engkau telah bersabda bahwa Engkau akan tinggal dalam hati yang lurus dan murni. Semoga dengan pertolongan rahmat-Mu kami hidup menurut Sabda-Mu agar kami pantas menjadi tempat kediaman-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang Hidup dan Berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.

LITURGI SABDA

Bacaan Pertama Sir. 15:15-20
L : Bacaan dari Kitab Putra Sirakh:
Asal sungguh mau, engkau dapat menepati hukum, dan berlaku setia pun dapat kaupilih. Api dan air telah ditaruh Tuhan di hadapanmu; kepada apa yang kaukehendaki, dapat kauulurkan tanganmu. Hidup dan mati terletak di depan manusia; apa yang dia pilih, akan diberikan kepadanya. Sungguh besarlah kebijaksanaan Tuhan. Dia kuat dalam kekuasaan-Nya dan melihat segala-galanya. Mata Tuhan tertuju kepada orang yang bertakwa kepada-Nya. Dan segenap pekerjaan manusia la kenal. Tuhan tidak menyuruh orang menjadi fasik, dan tidak memberi izin kepada siapa pun untuk berdosa.
Demikianlah sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 119:1-2.4-5.17-18.33-34; R: 1b

“Sabda-Mu adalah kebenaran, hukum-Mu kebebasan.”
Mazmur:
1. Berbahagialah orang yang hidupnya tidak tercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan. Berbahagialah orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.
2. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. Kiranya hidupku mantap supaya aku memandang keajaiban-keajaiban hukum-Mu!

Bacaan Kedua 1Kor. 2:6-10
L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara- Saudara, kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang; bukan hikmat yang dari dunia ini, dan bukan hikmat yang dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan, tetapi hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sejak sebelum dunia dijadikan telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. Tetapi seperti ada tertulis, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: Semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Semua itu telah dinyatakan Allah kepada kita berkat Roh-Nya, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
Demikianlah sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil Mat. 11:25
S : Alleluya.       
U : Alleluya.
S :
Terpujilah Engkau,  Tuhan langit dan bumi, sebab rahasia  kerajaanMu Kaubuka untuk orang sederhana
U : Alleluya.

Bacaan Injil Mat. 5:17-37
I : Inilah Injil Suci menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit Yesus mengajar murid-murid-Nya, kata-Nya, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu huruf kecil atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu, siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga. Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: ‘Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum. Siapa yang mencaci maki saudaranya harus dihadapkan ke Mahkamah Agama. Siapa yang menghina saudaranya harus dicampakkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau membawa persembahanmu di atas mezbah, dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu, dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk membawa persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim, dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pengawal, dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar utangmu sampai lunas. Kamu telah mendengar firman: ‘Jangan berzina. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan perempuan itu di dalam hatinya. Jika matamu yang kanan menyebabkan engkau berdosa, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Jika tangan kananmu menyebabkan engkau berdosa, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. Telah difirmankan juga: ‘Siapa yang menceraikan istrinya, harus memberikan surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan istrinya kecuali karena zina, ia menjadikan istrinya berzina; Dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia pun berzina. Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu kepada Tuhan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi surga, karena surga adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, atau pun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Agung. Janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun. Jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya. Jika tidak, hendaklah kamu katakan: Tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.”
Demikianlah sabda Tuhan
U : Terpujilah Kristus

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2026
USKUP AGUNG SEMARANG

“Menghadirkan Masyarakat Yang Bahagia dan Sejahtera”

Saudara-saudari, umat Keuskupan Agung Semarang yang saya kasihi. Berkah Dalem.

Dalam beberapa hari ke depan, kita akan memasuki Masa Prapaskah, yang dimulai pada Rabu Abu, tanggal 18 Februari 2026. Prapaskah adalah masa penuh rahmat yang mengajak kita menepi sejenak untuk menata hati dan memperbarui arah hidup. Prapaskah bukan sekadar kebiasaan melakukan puasa dan pantang, melainkan kesempatan untuk ngresiki ati, membersihkan hati, agar hidup kita semakin selaras dengan kehendak Allah dan semakin peka terhadap sesama.

Sabda Tuhan pada Minggu Biasa VI ini memberi terang yang sangat kuat bagi langkah kita memasuki Prapaskah. Dalam Kitab Sirakh (15:15–20), kita diingatkan bahwa Tuhan telah menempatkan manusia di hadapan dua pilihan: hidup atau mati, setia atau tidak setia. Kesetiaan pada kehendak Allah akan mendatangkan kehidupan; sebaliknya, ketidaksetiaan akan mendatangkan kematian. Allah tidak memaksa kita, tetapi mengajak kita untuk memilih “hidup” dan bertanggung jawab atas pilihan ini.

Dalam bacaan kedua (1Korintus 2:6–10), Santo Paulus mengingatkan bahwa kebijaksanaan Allah bukan kebijaksanaan dunia. Kebijaksanaan Allah hanya dapat dipahami oleh mereka yang mau membuka hati dan dibimbing oleh Roh Kudus.

Sedangkan dalam Injil (Matius 5:17–37), Yesus menegaskan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya. Yesus mengajak kita tidak berhenti pada ketaatan lahiriah, tetapi sampai pada ketaatan yang lahir dari hati: bukan hanya tidak membunuh, tetapi juga menyingkirkan kemarahan; bukan hanya tidak berbuat dosa, tetapi juga menjaga kemurnian hati; bukan hanya berkata benar, tetapi hidup dalam kejujuran. Ketaatan pada aturan (taat asas) mesti dibarengi sikap batin yang murni dan tulus untuk melakukan yang baik sesuai dengan kehendak Allah.

Saudara-saudari terkasih,

Sabda Tuhan ini sejalan dengan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026, yakni: “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.” Tema ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Arah Dasar IX Keuskupan Agung Semarang (Ardas IX KAS, 2026–2030): “menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan”.

  • Bahagia bukan hanya karena cukup secara materi, tetapi karena hidup kita utuh, baik dari sisi manusiawi, spiritual, emosional, dan sosial. Bahagia karena Allah sungguh mencintai kita seutuhnya dan tidak membiarkan kita berjalan sendirian.
  • Menginspirasi berarti berani melangkah lebih dahulu dengan memberi teladan nyata yang mampu menggerakkan orang lain berbuat kebaikan. Tidak hanya berbicara saja, tetapi juga melakukannya.
  • Menyejahterakan berarti menghadirkan kehidupan yang layak dan bermartabat, terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel [KLMTD].

Saudara-saudari yang terkasih,

Melalui APP, Gereja mengajak kita menjalani pertobatan yang nyata lewat puasa, doa, dan derma. Pertobatan yang dikehendaki Tuhan bukan hanya tampak di luar, tetapi sungguh mengubah hati dan cara hidup kita. Perubahan dan pembaruan diri ini nampak nyata ketika kita mempunyai perhatian dan kepedulian kepada saudara-saudari kita yang sedang mengalami kesesakan hidup, antara lain karena sakit dan lemah fisik, kesulitan pekerjaan dan ekonomi, tekanan dan penindasan sosial, kesepian dan kesendirian di usia senja, penelantaran dan kekerasan dalam rumah tangga, serta kehilangan anggota keluarga dan tempat tinggal akibat bencana alam.

Di sinilah puasa menemukan maknanya. Puasa mengajak kita hidup lebih sederhana agar dapat memberikan perhatian lebih kepada sesama yang berkesesakan hidup. Puasa mengarahkan kita semakin solider dan peduli kepada orang lain yang membutuhkan kehadiran dan uluran tangan kita. Karena itu, puasa bukan hanya sekedar menahan lapar, tetapi juga menahan keinginan berlebihan dan sikap tidak peduli pada orang lain.

Selain lewat puasa, pertobatan juga kita jalani melalui doa. Doa akan mampu menajamkan kepekaan hati. Dalam doa, kita belajar melihat segala sesuatu dengan mata Allah, hingga hati kita tidak menjadi keras, melainkan menjadi lebih lembut dan penuh welas asih.

Sedangkan melalui derma, iman mendapatkan wujudnya yang nyata. Derma bukan sekedar memberi dari kelebihan, tetapi berbagi dengan tulus demi memulihkan martabat sesama. Sanajan sethithik, yen tulus bakal migunani (meskipun hanya sedikit, namun bila diberikan dengan tulus iklas akan berdaya guna). Karena itu, dana sosial Gereja – berupa dana APP, dana papa miskin, dana bencana, dana pendidikan, dana kesehatan, dan dana kematian – perlu dikelola secara bertanggung jawab dan optimal.

Dalam rangka ini, saya mengajak paroki, lingkungan, dan kelompok kategorial untuk menghidupi ARDAS IX secara konkret dengan mendata umat yang sungguh membutuhkan dan menyalurkan dana sosial yang ada kepada mereka, mendampingi keluarga dan pribadi yang rapuh dan mengalami kesendirian, membantu pendidikan anak-anak dari keluarga pra-sejahtera, meningkatkan solidaritas khususnya di saat terjadi bencana, serta merawat lingkungan hidup. Semua dilakukan dalam semangat sinodal, yakni dalam kebersamaan dan semangat gotong royong.

Saudara-saudari terkasih,

Yesus dalam Injil hari ini mengingatkan kita bahwa ketaatan sejati lahir dari hati yang diperbarui. Memasuki Masa Prapaskah ini, marilah kita perbarui diri kita dengan memilih hidup yang setia pada kehendak Allah, bukan hanya dalam kata-kata saja, melainkan juga dalam sikap dan perbuatan. Kita jadikan Prapaskah dan APP ini jalan pertobatan pribadi dan bersama, sekaligus langkah nyata menghadirkan Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan di tengah masyarakat.

Semoga Masa Prapaskah ini menolong kita semakin bertumbuh dalam iman, semakin teguh dalam pengharapan, dan semakin kaya dalam kasih.

Atas perhatian dan kesediaan Saudara-saudari untuk berjalan bersama menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera, saya mengucapkan terima kasih.

Berkah Dalem. Tuhan memberkati kita semua.

Semarang, 25 Januari 2026

Pesta Pertobatan Santo Paulus Rasul

† Robertus Rubiyatmoko Uskup Agung Semarang

KETENTUAN PUASA DAN PANTANG TAHUN 2026

Mengacu pada Ketentuan Pastoral Keuskupan Regio Jawa (KPKRJ) Tahun 2016 pasal 138 no 2.b. dalam kaitannya dengan kanon 1249-1253 Kitab Hukum Kanonik 1983 tentang hari tobat, peraturan puasa dan pantang, ditetapkan sebagai berikut:

  1. Hari Puasa tahun 2026 ini ditetapkan hari Rabu Abu tanggal 18 Februari dan Jumat Agung tanggal 03 April.

Hari Pantang tahun 2026 ini ditentukan hari Rabu Abu dan tujuh hari Jumat selama masa Prapaskah sampai dengan Jumat Agung.

Namun apabila dikehendaki, sesuai dengan tradisi Gereja, waktu untuk berpantang dapat dilakukan pada semua hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat tersebut bertepatan dengan hari raya menurut kalender liturgi.

  • Yang dimaksud dengan berpuasa adalah makan hanya satu kali saja dalam sehari.

Umat beriman yang wajib berpuasa adalah yang berumur antara delapan belas tahun sampai dengan awal tahun keenampuluh (18 – 60 tahun).

  • Yang dimaksud dengan berpantang adalah tidak makan daging atau makanan lain yang biasa dikonsumsi dan/atau disukai.

Umat beriman yang wajib berpantang adalah yang sudah genap berumur empat belas tahun.

Apabila menghendaki bentuk puasa dan pantang yang lebih berat, maka masing- masing pribadi atau keluarga dan komunitas dapat memanfaatkan 40 hari masa Prapaskah sebagai kesempatan istimewa untuk membina pertobatan dengan laku tobat dan matiraga yang lebih berat. Hal ini dapat diwujudkan, antara lain dengan melakukan karya amal kasih bagi mereka yang membutuhkan; serta melatih diri lebih serius dalam olah rohani melalui ketekunan membaca dan merenungkan Kitab Suci, mengikuti renungan APP, rekoleksi/retret, latihan rohani, ibadat jalan salib, pengakuan dosa, meditasi, dan adorasi.

Syahadat

Doa Umat
I : Marilah berdoa kepada Allah, Bapa kita, yang menuntun hidup kita dengan hukum-Nya menuju kepada kehidupan kekal bersama-Nya. Marilah kita berseru: Terangilah umat-Mu, ya Tuhan


L : Bagi Gereja, Umat Allah. Bapa, semoga para pemimpin dan para anggota Gereja saling mendukung dalam semangat pelayanan dan kerja sama yang tulus. Marilah kita berdoa
U : Terangilah umat-Mu, ya Tuhan.

L : Bagi para pemimpin bangsa-bangsa. Bapa, semoga para pemimpin bangsa-bangsa menghargai dan menegakkan hak-hak manusia, serta berjuang dengan tak kenal lelah demi keadilan serta kebahagiaan semua orang. Marilah kita berdoa
U : Terangilah umat-Mu, ya Tuhan.

L: Bagi yang miskin, yang sakit, serta mereka yang hidup tersisih dari masyarakat. Bapa, semoga Kabar Baik tentang kasih dan kerahiman-Mu sungguh dialami oleh mereka yang miskin, sakit, dan tersisih dari masyarakat melalui kebaikan hati sesamanya. Marilah kita berdoa …
U : Terangilah umat-Mu, ya Tuhan.

L : Bagi kita semua.  Bapa, terangilah hati dan budi kami sehingga dengan tekun dan penuh semangat mencari kehendak Allah, saling menghargai kebebasan; dan memberi kesaksian tentang kebaikan-Mu. Marilah kita berdoa
U : Terangilah umat-Mu, ya Tuhan.

I : Tuhan, Allah kami, berilah kami keberanian untuk bersikap bebas dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri serta sesama menurut teladan Yesus, Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U : Amin.

LITURGI EKARISTI

Doa Atas Persembahan
I : Kami mohon, ya Allah, semoga persembahan ini menyucikan dan membarui kami sehingga kami yang melaksanakan kehendak-Mu akan memperoleh anugerah hidup abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U : Amin.

Prefasi

Kudus

Komuni

DOA ARDAS IX KAS
L : Ya Allah Bapa yang Mahasetia, pujian dan syukur kami haturkan kepada-Mu. Melalui tuntunan Yesus Kristus, Sang Gembala Agung, Engkau senantiasa menyertai kami dalam berjalan bersama mewujudkan peradaban kasih, tanda hadirnya Kerajaan-Mu.
U : Engkau pun menuntun kami untuk bersama masyarakat Indonesia mengupayakan tatanan hidup bersama yang sejahtera dan berkeadilan, serta bermartabat berdasarkan Pancasila.

L : Ya Allah Bapa yang Mahabijaksana, utuslah Roh Kudus-Mu untuk mengobarkan tekad dan semangat kami menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.
U : Karena itu, mampukanlah kami mengembangkan iman yang hidup, mengambil langkah pertama dalam membangun masyarakat yang berdialog dan berbelarasa, serta bekerjasama dengan semua pihak mengupayakan kesejahteraan yang berkeadilan. Semoga dengan meneladan kesetiaan Bunda Perawan Maria dan kegigihan Santo Paulus, kami dapat mewujudkan kehendak-Mu ini. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

Antifon Komuni Bdk. Mzm. 78:29-30
Mereka makan dan menjadi sangat kenyang. Ia memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan, tetapi mereka belum merasa puas.

Doa Sesudah Komuni
I : Marilah kita berdoa.
Ya Allah, kami telah disegarkan oleh makanan surgawi. Bangkitkanlah kerinduan kami akan makanan sejati, yang menguatkan kami untuk senantiasa hidup jujur dan benar. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U : Amin

RITUS PENUTUP

Pengumuman 

Berkat dan Pengutusan

Lagu Penutup

Untuk mendownload teks misa silahkan klik tombol dibawah ini.

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari GerejaJago.Org
Dapatkan Informasi secara update, cepat, dan resmi dengan bergabung ke Whatsapp Channel “Gereja Santo Yusup Ambarawa”, caranya klik link s.id/WAChannel kemudian ikuti / follow.

Share This Post :