Percaya dan Pasrah

Iman harus membantu budi dan indra kita untuk berani berpasrah, sebab tanpa sikap percaya dan pasrah, kita susah mengalami kehadiran Allah dalam hidup.

Belas Kasih

Allah itu bukan polisi atau hakim yang mencari-cari kesalahan kita, melainkan seorang Bapak Yang Maharahim, berbelas kasih, yang menginginkan kebaikan anak-anak-Nya dengan menghapus cela kita.

Kesombongan Diri

Segala usaha pertobatan kita pada masa Prapaskah ini mengandung sebuah bahaya “jebakan batman”, yaitu kesombongan diri,

Menjadi Milik Allah

Yesus memberikan teladan apa artinya sungguh-sungguh menjadi milik Allah. Menjadi milik Allah adalah inti perjanjian antara Allah dan manusia.

Menggenapi Hukum Taurat

Yesus datang bukan untuk menghapuskan hukum dan peraturan, tetapi untuk menggenapi hukum taurat tersebut.

Pengampunan Yang Tulus

Kita diminta keterbukaan untuk memberikan pengampunan yang tulus kepada sesama yang bersalah terhadap kita, karena kita telah lebih dahulu mengalami belas kasihan dan pengampunan dari Allah dalam hidup ini.

Kerahiman Tanpa Batas

Hati yang membatu sering tidak peduli, kendati demikian, kerahiman Allah tanpa batas. Ia selalu setia memanggil kita untuk bertobat dan mau tinggal bersama-Nya.