Hari Raya Pembaptisan Tuhan
PEMBAPTISAN TUHAN
11 JANUARI 2026
TAHUN A ( P )
Pengantar
I : Pesta Pembaptisan Tuhan yang kita rayakan hari ini mengakhiri lingkaran Natal dalam kalendarium liturgi. Pembaptisan-Nya oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan adalah permulaan tugas-Nya melayani orang lain. Sebagai utusan Bapa, la akan membawa warta. Namun, la akan melaksanakan dahulu apa yang akan diwartakan-Nya. Semua orang diajak mendengarkan Dia. Ia takkan berseru dan berteriak-teriak. la takkan memotong rumput yang terkulai, tetapi akan berkeliling sambil berbuat baik. Dan, sebagai seorang hamba, kita akan mengabdikan diri pada cita-cita-Nya. Semoga perjalanan kita dalam hari-hari mendatang mampu mendengarkan Dia yang hadir di tengah-tengah hidup kita.
RITUS PEMBUKA
Lagu Pembuka
AntifonPembuka Bdk. Mat. 3:16-17
Setelah Tuhan dibaptis, langit terbuka, dan seperti burung merpati, Roh Allah turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara Bapa, “Inilah Putra-Ku terkasih, Aku berkenan kepada-Nya.”
Tanda Salib dan Salam
Tobat
Tuhan Kasihanilah Kami
Madah Kemuliaan
DoaKolekta:
I : Marilah berdoa
Allah Bapa kami, Putra-Mu, Yesus Kristus, telah menunjukkan bela rasa-Nya kepada kami, umat-Mu yang berdosa, dengan menerima pembaptisan dari Yohanes Pembaptis. Kami mohon agar berkat bela rasa-Nya itu, kami Kauteguhkan dalam menghayati hidup sebagai anak-anak yang berkenan di hati-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang Hidup dan Berkuasa, bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
LITURGI SABDA
Bacaan Pertama Yes. 42:1-4.6-7
L : Bacaan dari Kitab Yesaya:
Beginilah firman Tuhan, “Lihat, inilah hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suaranya, atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai, tidak akan dipatahkannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan ia padamkan, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. la sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; penduduk sekalian pulau mengharapkan pengajarannya.” Beginilah Firman Tuhan: “Aku, Tuhanmu, telah memanggil engkau untuk menyelamatkan orang. Aku telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau, dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi cahaya untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata orang buta, untuk membebaskan orang tawanan dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang dari penjara yang gelap.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm. 29:14.2.3ac-4.3b+9b-10; R: 11b
“Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.”
Mazmur:
1. Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampai-kanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!
2. Suara Tuhan terdengar di atas air, suara Tuhan mengguruh di atas air yang besar. Suara Tuhan penuh kekuatan, suara Tuhan penuh semarak.
Bacaan Kedua Kis. 10:34-38
L : Bacaan dari Kisah Para Rasul:
Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus menemui perwira Romawi dan seisi rumahnya. Setibanya di rumah sang perwira, Petrus berkata, “Sesungguhnya Allah tidak membeda-bedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Allah dan mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Itulah Firman yang la suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh karena Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea mulai dari Galilea sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa. Yesus itu telah berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil Mrk. 9:6
S : Alleluya.
U : Alleluya.
S : Langit terbuka, dan terdengarlah suara Bapa, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia!”
U : Alleluya.
Bacaan Injil Mat. 3:13-17
I : Inilah Injil Suci menurut Matius:
Ketika Yohanes membaptis di Sungai Yordan, datanglah Yesus dari Galilela ke sana untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencoba mencegah Dia, katanya, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu! Namun malah Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Yesus menjawab kepadanya, “Biarlah hal itu terjadi sekarang, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah”. Yohanes pun menurutinya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air, dan pada waktu itu juga langit terbuka; Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Putra-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
Homili/Surat Gembala
SURAT GEMBALA
MENYAMBUT ARAH DASAR IX KAS
Dibacakan/ ditayangkan pada Pesta Pembaptisan Tuhan,
Sabtu-Minggu, tgl. 10-11 Januari 2026
Saudara-saudari seluruh umat Keuskupan Agung Semarang yang saya kasihi. Berkah Dalem.
Setelah kita bersama-sama merayakan kemeriahan Natal dan Tahun Baru, kini Gereja mengajak kita memasuki suasana yang lebih hening dan teduh. Hiasan Natal mulai disimpan lagi, kesibukan perayaan mulai mereda, dan kita kembali pada kehidupan sehari-hari. Namun satu hal tetap tinggal dan tidak pernah berakhir: kasih dan penyertaan Allah yang telah kita rayakan dalam kelahiran Putra-Nya.
Hari ini kita merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan. Dalam Injil kita mendengar Yesus dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan. Pada saat itu terdengarlah suara Bapa dari surga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan”. Peristiwa ini menandai awal perutusan Yesus. Setelah dibaptis, Ia melangkah memasuki kehidupan nyata: hadir di tengah manusia, mewartakan Kerajaan Allah, menyembuhkan yang terluka, menguatkan yang lemah, dan membawa keselamatan.
Dalam terang perayaan Pesta Pembaptisan Tuhan itu, kita bersyukur atas penyertaan Allah yang telah memungkinkan kita “menyelesaikan” Arah Dasar VIII Keuskupan Agung Semarang dengan tema: “Tinggal dalam Kristus dan Berbuah.” Selama lima tahun terakhir (2021–2025), kita diajak kembali pada dasar hidup beriman: tinggal dalam Kristus. Kita belajar bahwa hidup kristiani bukan terutama soal kegiatan, jabatan, atau program pelayanan, tetapi soal relasi yang hidup dengan Tuhan. Di tengah berbagai tantangan (pandemi covid, kesulitan ekonomi, perubahan sosial, dan pergulatan hidup), kita diajak untuk tidak menjauh dan lari dari Tuhan, sebaliknya justru semakin mendekat lekat pada Kristus. Ketika kita semakin kuat tinggal dalam Dia, hidup kita pun berbuah: buah iman, harapan, kasih, kesetiaan, kepedulian, solidaritas, dan semangat melayani.
Secara khusus dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada para romo, biarawan-biarawati, katekis, pengurus lingkungan, wilayah, paroki, dan seluruh umat beriman yang dengan caranya masing-masing telah ikut menghidupi Arah Dasar VIII ini dalam kehidupan nyata.
Saudara-saudari terkasih,
Sebagaimana Yesus yang setelah dibaptis melangkah keluar dari Sungai Yordan untuk mulai memasuki perutusan-Nya, demikian pula sekarang kita diundang untuk melangkah memasuki perjalanan pelayanan pastoral yang baru. Dengan penuh iman dan harapan, kita memohon berkat Allah untuk pelaksanaan Arah Dasar IX Keuskupan Agung Semarang (2026–2030) dengan tema: “Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.”
Arah Dasar IX ini merupakan kelanjutan dan sekaligus pendalaman dari Arah Dasar VIII. Jika dalam Arah Dasar VIII kita belajar tinggal dalam Kristus, maka melalui Arah Dasar IX kita ingin mewujudkan buah-buahnya secara nyata dalam kehidupan bersama. Relasi yang hidup dengan Kristus diharapkan semakin tampak dalam wajah Gereja yang hadir di tengah dunia.
Karena ini merupakan perjalanan pelayanan yang panjang dan berkesinambungan, maka menuntut kesetiaan, kesabaran, dan keterlibatan bersama. Kita pun tidak mungkin mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan mesti terus bersandar pada rahmat Tuhan yang juga meneguhkan Yesus di Sungai Yordan dengan berkata: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi”. Sabda ini meyakinkan kita bahwa Allah yang selama ini setia menyertai perjalanan kita, juga akan selalu menyertai langkah kita selanjutnya.
Saudara-saudari yang terkasih,
Tema Arah Dasar IX “Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan” terdengar sederhana, tetapi memiliki beberapa makna yang sangat mendalam, sebagai berikut:
- Arah Dasar IX ini bukan sekadar slogan, melainkan pedoman dan arah perjalanan bersama seluruh umat Allah di Keuskupan Agung Semarang. Maka kata “menjadi” memiliki makna yang sangat penting dan menunjuk pada proses yang terus berlangsung, proses yang dinamis, bukan keadaan yang sudah selesai atau sudah sempurna. Gereja sedang dan terus berproses. Proses ini mengandaikan keterlibatan seluruh umat Keuskupan Agung Semarang, masing-masing sesuai peran dan panggilannya. Karena itu Arah Dasar IX bukan hanya milik para romo, pengurus, atau aktivis Gereja, tetapi milik kita semua: lansia, orang tua, orang muda, remaja, anak-anak, keluarga, dan komunitas.
- Gereja yang Bahagia. Gereja dipanggil menjadi rumah yang penuh sukacita, bukan karena bebas dari masalah, tetapi karena semua hidup dalam pengharapan. Gereja bahagia karena memiliki dasar yang kokoh, yaitu keselamatan yang telah dianugerahkan oleh Allah dalam Yesus Kristus. Kita bahagia karena kita telah ditebus, diampuni, dan diselamatkan. Dari iman inilah tumbuh pengharapan dan sukacita sejati. Sukacita ini diharapkan tampak dalam sikap saling menerima, saling menguat-kan, dan saling menopang, baik di dalam keluarga, lingkungan, wilayah, paroki, maupun masyarakat.
- Gereja yang Menginspirasi. Hidup orang beriman hendaknya menjadi kesaksian yang menggerakkan orang lain. Bukan terutama melalui kata-kata yang indah, tetapi melalui kesaksian hidup yang menggerakkan hati orang lain untuk berbuat baik. Gereja yang menginspirasi adalah Gereja yang memberi teladan hidup: teladan kejujuran, kesederhanaan, kepedulian, kesetiaan, dan semangat melayani.
- Gereja yang Menyejahterakan. Iman tidak hanya menyentuh altar dan ruang doa, tetapi juga kehidupan nyata. Gereja dipanggil peduli pada kesejahteraan manusia secara utuh: rohani, jasmani, sosial, dan lingkungan. Karena itu kita semua diajak untuk menghidupi kepedulian dan belarasa, terutama kepada mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Selain itu, kepedulian kita juga diarahkan pada keutuhan alam ciptaan, agar bumi sungguh menjadi rumah bersama yang aman dan nyaman bagi semua.
Saudara-saudari terkasih,
Pesta Pembaptisan Tuhan hari ini juga mengingatkan kita pada pembaptisan kita sendiri. Melalui baptisan, kita semua diutus. Karena itu, saya mengajak Saudara-saudari umat KAS untuk menghidupi Arah Dasar IX ini secara nyata dalam keluarga, lingkungan, paroki, dan masyarakat.
- Di dalam keluarga, ciptakanlah rumah yang penuh kasih, dialog, doa, dan pengampunan.
- Di lingkungan, hidupilah semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian.
- Di paroki, berjalanlah Bersama dalam semangat sinodal: saling mendengarkan dan bekerja sama.
- Di tengah masyarakat, jadilah saksi Kristus melalui kejujuran, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan.
Dengan cara-cara sederhana inilah kita sungguh menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.
Saudara-saudari terkasih,
Di Sungai Yordan, Yesus diteguhkan oleh kasih Bapa sebelum Ia melangkah dalam perutusan. Kiranya pada awal perjalanan Arah Dasar IX (2026–2030) ini, kita pun diteguh-kan oleh keyakinan yang sama: kita adalah umat yang dikasihi Allah dan diutus oleh-Nya.
Semoga Roh Kudus senantiasa menuntun langkah kita, agar Keuskupan Agung Semarang sungguh menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.
Dari hati yang penuh syukur dan harapan, saya memberkati Saudara-saudari sekalian dalam nama † Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.
Teriring salam dan doa kami. Berkah Dalem.
Semarang, 1 Januari 2026
† Mgr. Robertus Rubiyatmoko
Uskup Agung Semarang
Syahadat
Doa Umat
I : Kita semua dihimpun di dalam Kerajaan keselamatan Bapa melalui Kristus Putra-Nya. Maka, marilah kepada Bapa kita panjatkan doa-doa kita sebagai putra-putri-Nya yang terkasih. Marilah kita berseru: Tuhan, berkatilah umat-Mu.
L : Bagi semua umat Kristen. Semoga semua umat Kristen dipersatukan di dalam nama Yesus sehingga dalam setiap langkah hidup ini, seluruh umat-Mu selalu mendengar Sabda Putra-Mu dan tekun melaksanakannya. Marilah kita berdoa …
U : Tuhan, berkatilah umat-Mu.
L : Bagi para pemimpin bangsa. Semoga para pemimpin bangsa di dunia ini selalu diterangi oleh Sabda-Mu agar setiap kebijaksanaan yang mereka ambil, mengalir dari pewartaan Kristus sendiri demi keselamatan seluruh alam semesta. Marilah kita berdoa …
U : Tuhan, berkatilah umat-Mu.
L : Bagi para penderita. Semoga pengharapan orang-orang yang sedang menderita mendapatkan peneguhan dan penghiburan berkat Warta Gembira keselamatan Kristus. Marilah kita berdoa…
U : Tuhan, berkatilah umat-Mu.
L : Bagi kita semua. Semoga pengharapan akan kasih Kristus selalu bertumbuh sebagaimana Yohanes Pembaptis menanti-nantikan kedatangan Sang Penyelamat sehingga kita siap sedia untuk selalu melaksanakan kelembutan serta kerendahhatian-Nya dalam setiap langkah hidup ini. Marilah kita berdoa …
U : Tuhan, berkatilah umat-Mu.
I : Bapa Yang Maha Baik, sudilah memandang kami sebagai-mana Engkau memandang Putra-Mu dengan penuh kasih sayang. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U : Amin.
LITURGI EKARISTI
Doa Atas Persembahan
I : Ya Allah, terimalah persembahan umat-Mu pada perayaan pernyataan Putra-Mu terkasih. Ubahlah persembahan ini menjadi kurban Kristus yang karena belas kasih-Nya berkenan menghapus dosa dunia. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U : Amin.
Prefasi Pembaptisan Tuhan
I : Sungguh pantas dan benar, layak dan menyelamatkan, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa Yang Kudus, Allah Yang Maha Kuasa dan Kekal. Di Sungai Yordan Engkau telah menandai permandian yang baru dengan misteri yang menakjubkan agar oleh suara yang turun dari langit kami percaya bahwa Sabda-Mu tinggal di antara manusia; dan oleh Roh yang turun dalam rupa burung merpati, kami tahu bahwa Kristus, Hamba-Mu, diurapi dengan minyak kegembiraan, dan diutus untuk memaklumkan Kabar Baik kepada kaum miskin. Dari sebab itu, bersama dengan kekuatan-kekuatan Surga, kami senantiasa memuliakan Engkau di bumi dan tak henti-hentinya meluhurkan Dikau, dengan bernyanyi/berseru:
U : Kudus, kudus, kuduslah Tuhan …
Komuni
Antifon Komuni Yoh. 1:32,34
Lihatlah Dia yang dikatakan Yohanes: Aku telah melihat Dia, dan aku memberikan kesaksian bahwa Dia inilah Putra Allah.
Doa Sesudah Komuni
I : Marilah kita berdoa.
Ya Tuhan, Engkau telah menyegarkan kami dengan anugerah-Mu yang kudus. Dengan rendah hati, kami mohon semoga kami yang setia mendengarkan Putra Tunggal-Mu, sungguh-sungguh Engkau angkat menjadi anak-anak-Mu dalam Kristus. Sebab Dialah yang Hidup dan Berkuasa, sepanjang segala masa.
U : Amin.
RITUS PENUTUP
Pengumuman
Berkat dan Pengutusan
Lagu Penutup
Untuk mendownload teks misa silahkan klik tombol dibawah ini.

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari GerejaJago.Org
Dapatkan Informasi secara update, cepat, dan resmi dengan bergabung ke Whatsapp Channel “Gereja Santo Yusup Ambarawa”, caranya klik link s.id/WAChannel kemudian ikuti / follow.

