
Pohon Yang Baik
Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.
Silahkan masukkan kata kunci pencarian

Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.

Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan menghalang-halangi mereka!

Orang tidak membutuhkan perceraian dan seharusnya memang tidak boleh bercerai, karena hal itu mencederai komitmen sakral perkawinan. Mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Makanan hambar karena kurang garam. Garam memberikan rasa yang jelas dan pasti serta tidak bisa diganti. Demikian juga hidup menjadi hambar dan tawar karena tidak ada garam.

Hendaklah kita menjadi garam yang terukur dan mampu menempatkan diri sehingga di mana pun kita berada, apa pun yang kita kerjakan, sedap dipandang, enak dirasakan, serta membuat orang antusias dan bersemangat.

Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

Bekerjasamalah dengan sebanyak mungkin orang supaya kebaikan itu semakin mewarnai hidup di sekitar kita. Kebaikan yang kita miliki mesti memancar keluar, sehingga semakin banyak orang yang menyadari, merasakan, dan mengalami kasih dan kebaikan Tuhan.

Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga.

Umumnya, orang melihat dulu baru dia percaya. Buktikan dulu baru aku akan percaya. Bagi orang beriman, yang berlaku adalah sebaliknya. Percaya dulu, bukti kemudian.

Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?

Yesus menghendaki kita, para pengikut-Nya, untuk menjadi pribadi yang ‘luar biasa.’ Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi balaslah kejahatan dengan kebaikan dan kasih.

Salah satu yang memicu perubahan dalam hidup seseorang adalah pengalaman kepahitan dan penderitaan. Orang yang pernah mengalami kesengsaraan karena hidup miskin, akan memiliki motivasi yang kuat untuk mengubah nasibnya.